Kenapa Harus Tahu Siklus Haid? Ini Dia Alasannya

By Categories : Tips Kesehatan

Siklus menstruasi (haid) adalah serangkaian perubahan yang dialami tubuh wanita untuk mempersiapkan kehamilan.  Setiap sebulan sekali, rahim membuat lapisan baru (edometrium) untuk bersiap-siap menerima sel telur yang dibuahi. Ketika tidak ada sel telur yang dibuahi untuk memulai kehamilan, maka lapisan baru tersebut akan meluruh. Kondisi inilah yang disebut dengan menstruasi.

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan durasi rata-rata 28 hari. Siklus dihitung mulai dari hari pertama perdarahan sampai hari pertama perdarahan di bulan berikutnya.

siklus menstruasiAnak perempuan biasanya memulai periode menstruasi pada usia 11 hingga 14 tahun. Frekuensi menstruasi pada wanita akan menurun di usia 39 hingga 51 tahun.  Wanita yang berada di kisaran 40-an tahun dan remaja mungkin mengalami siklus yang lebih panjang atau banyak berubah. Jika Anda remaja, maka siklus Anda seharusnya menjadi stabil seiring waktu. Namun jika usia Anda mendekati menopause, maka siklus Anda mungkin akan menjadi lebih panjang, hingga berhenti.

Konsultasi dengan dokter bila ada perubahan besar dalam siklus menstruasi Anda.

Apa yang Mengendalikan Siklus Menstruasi? Berikut penjelasannya:

Hormon-hormon Anda mengontrol siklus menstruasi Anda. Dalam setiap siklus, hipotalamus otak dan kelenjar pituitari mengirim sinyal hormon dari dan ke ovarium untuk mempersiapkan kehamilan.

Nyeri Menstruasi

Nyeri Menstruasi

Hormon estrogen dan progesteron berperan penting dalam perubahan yang terjadi di setiap siklus, yakni:

  • Hormon estrogen membuat lapisan rahim (endometrium)
  • Hormon progesteron meningkat setelah ovarium (indung  telur) melepaskan sel telur (ovulasi) pada pertengahan siklus menstruasi.
  • Penurunan progesteron (bersamaan dengan estrogen) menyebabkan lapisan tersebut untuk meluruh. Kondisi ini merupakan awal mulainya periode menstruasi.

Perubahan kadar hormon dapat mempengaruhi siklus menstruasi atau kesuburan. Misalnya, remaja cenderung memiliki kadar progesteron yang rendah atau berubah-ubah. Kondisi ini juga dialami oleh wanita yang usianya dekat dengan menopause. Oleh karenanya, remaja dan wanita di usia 40-an mungkin mengalami perdarahan menstruasi yang berat dan lama siklusnya berubah.

Ada penyebab lain yang juga dapat mengubah siklus menstruasi, yakni:

–          Penggunaan Pil KB

Sponsored links

–          Lemak tubuh rendah

–          Penurunan berat badan yang signifikan, atau kelebihan berat badan

–          Stres atau olahraga yang sangat berat

–          Infeksi pada organ reproduksi

–          Kehamilan, yang merupakan salah satu penyebab paling umum dari telat menstruasi

Beberapa wanita tidak mengalami rasa sakit atau masalah lain. Namun beberapa yang lain mengalami gejala sebelum dan selama periode menstruasi mereka.

Selama sekitar satu minggu sebelum periode menstruasi, banyak wanita mengalami beberapa gejala pra menstruasi. Beberapa gejalanya, antara lain:

  • Merasa lebih tegang atau marah
  • Payudara mungkin terasa lembut
  • Munculnya jerawat
  • Merasa tidak terlalu berenergi dari biasanya
  • Satu atau dua hari sebelum periode menstruasi, Anda mungkin mulai mengalami nyeri (kram) di perut, punggung atau kaki. Gejala ini akan menghilang selama hari pertama menstruasi.

Ketika ovarium Anda melepaskan sel telur di tengah-tengah siklus menstruasi (ovulasi), Anda mungkin mengalami nyeri di perut bagian bawah. Anda juga mungkin mendapat bercak merah selama kurang dari satu hari. Kedua hal tersebut normal.

Anda dapat menggunakan pembalut atau tampon untuk mengelola perdarahan. Apapun yang Anda gunakan, pastikan Anda mengganti pembalut atau tampon setidaknya setiap 4 hingga 6 jam di siang hari.

Banyak wanita dapat memperbaiki gejala yang dirasakan dengan berolahraga secara teratur dan makan makanan yang sehat, membatasi minum minuman beralkohol dan kafein serta cobalah untuk mengurangi stres.

Bantal pemanas, botol air hangat, atau mandi air hangat juga dapat membantu mengurangi nyeri.  Selain itu, Anda juga dapat minum obat  pereda nyeri haid sebelum dan selama periode menstruasi untuk mengurangi rasa sakit.

Artikel Terkait

advertisement
loading...
Komentar via FB

Berikan Komentar

Informasi di situs ini adalah untuk tujuan pengetahuan saja. Konsultasikan dengan dokter untuk masalah kesehatan.